Ternyata Menangis itu Indah | Buya Yahya

Ternyata Menangis itu Indah | Buya Yahya

Suatu ketika Rasulullah SAW bercerita tentang seorang yang tampil sebagai yang merindukan Allah SWT, sebagai yang menuju ridho Allah SWT, dan sebagai yang berharap kepada Allah SWT. Akan tetapi, ia adalah orang yang tidak peduli terhadap dosa dan tidak pernah menyesali atas kesalahannya.

Lalu Rasulullah berkata, “Bagaimana do’anya akan terkabul?” Bagaimana harapannya terpenuhi? Bagaimana kerinduannya terobati? Sementara dia adalah orang yang gemar dengan dosa, makan dan minumnya dari yang haram, serta berpakaian dari yang haram.”

Sahabatku, dari gambaran perilaku tersebut bisa dipahami, artinya ada yang menghalangi langkah-langkah kita menuju Allah SWT dan ada yang menghambat perjalanan kita menuju keridhoan Allah SWT.

Yang berjuang dengan sungguh-sungguh dalam menempuh jalan menuju Allah SWT akan menemui kesia-siaan, jika ia tidak sadar akan adanya penghalang serta berusaha untuk menghilangkannya. Penghalang itu adalah dosa, dan untuk menghilangkannya adalah dengan bertaubat. Maka taubat adalah hal pertama dan utama yang harus dilakukan bagi seseorang yang ingin menempuh jalan menuju ridho Allah SWT. Dan yang bisa bertaubat hanyalah orang yang pernah merenungi dosa-dosanya serta menyadari kesalahannya.

Renungkanlah wahai sahabat! Bagaimana bisa bertaubat orang yang tidak pernah menyesali dosa-dosanya dan bagaimana bisa menyesal orang yang tidak pernah merenungi kesalahannya.

Merenungi bahwa kesalahan adalah sebab murka Allah SWT dan jika Allah SWT murka, maka Allah SWT akan menyiksanya.

Sungguh, dosa sebesar apapun jika disesali lalu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan mengampuni. Begitu juga dosa sekecil apapun jika tidak pernah disesali, maka Allah SWT tidak akan mengampuni. Yang telah bertaubat akan kembali bersih seperti yang belum pernah berdosa. Yang telah bertaubat menjadikan syaitan sangat menyesal dan kecewa tiada terkira. Bahkan satu hal yang menakjubkan bagi Rasulullah SAW adalah orang yang terjerumus dalam dosa dan bermaksiat, lalu ia bertaubat disaat ia masih mudah dan memiliki banyak peluang untuk terus melakukan dosa tersebut.

Sahabatku, pernahkah kita merenung, jika kematian menjelang sementara dosa-dosa kita belum diampuni oleh Allah SWT? Sudahkah kita sadari jika dosa belum diampuni itu artinya Allah SWT akan menyiksa kita di alam barzah dan akan dilanjutkan dengan siksa di akhirat kelak? Alangkah mengerikannya siksa dan murka Allah SWT.

Sudahkah kita menangis di tengah malam, saat kita mengadu kepada Allah SWT? Sudahkah kita menangis, saat kita teringat dosa-dosa? Sudahkah kita menangis disaat kita memohon ampun kepada Allah SWT? Jangan ragu dengan Allah SWT! Allah SWT akan mengampuni dosa sebanyak apa pun jika kita menyesalinya. Dan Allah SWT tidak akan mengampuni dosa sekecil apa pun jika kita tidak menyesalinya.

Sungguh saat terindah adalah saat menitikan air mata penyesalan atas dosa-dosa. Dan mata yang menangis karena takut murka Allah SWT tidak akan menangis lagi kelak di akhirat, disaat mata-mata orang berdosa pada menangis.

Menangislah! Menangislah karena dosa-dosa! Jika kita belum bisa menangis, maka berusahalah terus untuk menangis. Dan jika kita masih tidak bisa menangis, maka menangislah karena kita telah tidak bisa menangis. Sebab saat itu hati kita teramat keras.

Dan sungguh hati yang keras bukanlah lahan yang subur untuk menanam kerinduan dan cinta kepada Allah SWT. Hati yang keras akan subur dengan lumut ketakaburan yang hanya akan menjauhkan seseorang dari menerima dan menginsyafi kebenaran. Menangislah wahai sahabatku! Untuk menyesali semua dosa-dosa yang telah kita perbuat. Itulah tangisan indah, tangisan penyesalan.

Wallahu a’lam bisshowab.



GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
๐Ÿ’ˆwebinfo : www.griyahilfaaz.com
๐Ÿ’ˆIG : griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆShopee : griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆFacebook: griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆTokopedia: griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆBukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Manfaat Belajar Dari Kematian



Manfaat Belajar Dari Kematian

Menurut Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad, manfaat yang besar dalam mengingat kematian adalah, "pendek angan-angan, bergegas memperbaiki amal perbuatan, dan menyiapkan bekal untuk akhirat".

Pendek angan angan bisa berarti tidak menunda nunda dalam berbuat kebaikan.
Setiap kebaikan yang dapat di lakukan segera di laksanakan tanpa mengulur waktu.
Dalam keyakinan seorang yang pendek angan angan adalah tidak ada yang bisa memastikan ajal sehingga ia menjadi khawatir pada saat menunda lalu tak sempat beramal, ia pun telah mati.

Sebaliknya, apabila seseorang memiliki angan angan yang panjang, ia akan suka mengulur-ngulur waktu dalam beramal, seolah kematian dapat di utak-atik.

Apa yang terjadi kemudian?
ia akan banyak melewatkan banyak kesempatan untuk melakukan kebaikan yang sejatinya dapat dengan mudah di kerjakan.

Ada kebaikan di waktu pagi, di tunda menjelang sore,
ada amal shaleh di waktu sore, ditunda hingga pagi.

Padahal waktu terus berjalan,
bahkan berlalu cepat tanpa pernah berhenti.

Umur semakin merambat tua, rambut telah beruban, anak cucu telah terlahir, sementara amal belum maksimal.

Apabila kita belajar dari kematian dengan sungguh- sungguh, maka kita akan bertindak segera dalam mempersiapkan hari esok.

Kita akan waspada terhadap apa apa yang harus kita lakukan untuk hari esok.

Kita tak seharusnya menjadi orang yang panjang angan angan, yang melalui hidup dengan santai, menganggap hidup akan lama, dan membayangkan kematian masih jauh.

Risalatul Mua`wanah
Karangan Imam Abdullah Al-'Hadadd


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
๐Ÿ’ˆwebinfo : www.griyahilfaaz.com
๐Ÿ’ˆIG : griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆShopee : griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆFacebook: griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆTokopedia: griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆBukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Memaknai Tahun Baru Islam Tahun Hijriah



TAHUN BARU HIJRIAH.

Di masa pemerintahan Amirul-mukminin Umar Bin Khatab, beliau mengumpulkan kaum muslimin untuk diajak konsultasi tentang  dari manakah penanggalan itu dimulai ?

Ada yang berpendapat : Dimulai dari tanggal kelahiran Nabi –shallallahu alaihi wa sallam-.

Khutbah Jumat : Amalan Bulan Dzulhijjah


Khutbah Jumat : Amalan Bulan Dzulhijjah
--------Khutbah Pertama

ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„ู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ ูˆَู†َุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ، ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ.
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆْุชُู†َّ ุฅِู„ุงَّ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُّุณْู„ِู…ُูˆْู†َ
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงْู„ุฃَุฑْุญَุงู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ًุง ุณَุฏِูŠุฏًุง ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْ

Bolehkah Menggabungkan Beberapa Ibadah dalam Satu Niat?


Bolehkah Menggabungkan Beberapa Ibadah dalam Satu Niat?


Dalam kajian para ulama, permasalahan menggabungkan beberapa ibadah dalam satu niat biasa disebut dengan tasyrik fin niyah atau tadakhulun niyah (menggabungkan niat). Hukumnya kembali kepada jenis masing-masing ibadah. Apabila ibadah tersebut termasuk wasail atau ibadah yang saling berkaitan, maka ibadahnya sah, dan kedua ibadah tersebut terhitung telah tertunaikan.

Misalnya, seseorang mandi junub pada hari Jum’at dengan niat mandi junub sekaligus mandi Jum’at. Maka ia dianggap telah bersih dari hadas besar tersebut sekaligus ia memperoleh pahala mandi jum’at.

Lebih mudahnya, dalam mengkaji tema ini, para ulama membagikan ibadah menjadi dua, yaitu:

Pertama: ibadah maqshudah li dzatiha, yaitu ibadah yang berdiri sendiri dan diperintahkan agar dilaksanakan secara khusus, tidak boleh digabungkan atau dijalankan secara bersamaan dengan ibadah lain yang bentuk nash perintahnya sama. Seperti, shalat wajib, puasa wajib, puasa syawal, shalat witir, shalat dhuha, dan seterusnya.

Kedua: ibadah laisa maqsudah li dzatiha, yaitu ibadah yang tidak berdiri sendiri. Tujuan utama disyariatkannya adalah yang penting amalan itu ada di kesempatan tersebut, apapun bentuknya. Seperti puasa senin-kamis, shalat tahiyatul masjid, Shalat Sunnah wudhu dan seterusnya. (Ibnu Utsaimin, Liqa’ al-Bab al-Maftuh, volume: 19, no: 51)

Untuk  memahami membedakan antara ibadah yang dikatagorikan maqshudah li dzatiha dan ibadah ghairu maqshudah li dzatihah, semuanya dikembalikan kepada bentuk nash atau dalil yang memerintahkannya. Misalnya tentang shalat tahiyatul masjid, Rasulullah saw bersabda:

ุฅِุฐَุง ุฏَุฎَู„َ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏَ ูَู„ْูŠَุฑْูƒَุนْ ุฑَูƒْุนَุชَูŠْู†ِ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَุฌْู„ِุณَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)

Perintah shalat di atas bersifat umum, tidak diperintahkan secara khusus. Artinya sebelum duduk di dalam masjid kita dianjurkan untuk melakukan shalat dua rakaat, apapun bentuk shalat tersebut. Tidak harus shalat tahiyatul masjid, mungkin bisa saja dengan shalat sunnah rawatib atau sunnah lainnya. Walaupun mengerjakan shalat tahiyatul masjid secara khusus, tetap dihitung lebih utama.

Sedangkan contoh dalil ibadah yang masuk dalam katagori maqsudah li dzatiha adalah seperti perintah melaksanakan shalat dhuha. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata:

ุฃَูˆْุตَุงู†ِูŠ ุฎَู„ِูŠู„ِูŠ ุจِุซَู„َุงุซٍ ู„ุง ุฃَุฏَุนُู‡ُู†َّ ุญَุชَّู‰ ุฃَู…ُูˆุชَ : ุตَูˆْู…ِ ุซَู„ุงุซَุฉِ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَู‡ْุฑٍ ، ูˆَุตَู„ุงุฉِ ุงู„ุถُّุญَู‰ ، ูˆَู†َูˆْู…ٍ ุนَู„َู‰ ูˆِุชْุฑٍ

“Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Atau anjuran melaksanakan puasa syawal, Rasulullah SAW bersabda:

ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุซُู…َّ ุฃَุชْุจَุนَู‡ُ ุณِุชًّุง ู…ِู†ْ ุดَูˆَّุงู„ٍ ูƒَุงู†َ ูƒَุตِูŠَุงู…ِ ุงู„ุฏَّู‡ْุฑِ

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Bentuk anjuran dalam hadis tentang Shalat Dhuha atau puasa Syawal di atas, ditujukan secara khusus dan bentuk perintahnya harus dijalankan secara khusus, sehingga sesama ibadah yang masuk dalam katagori ini tidak bisa disatukan dalam satu niat.

Kaidah dalam Menggabungkan dua ibadah dalam satu niat

Jika salah satu dari dua ibadah tersebut tergolong ibadah ghairu maqshudah li dzatiha (tidak diperintahkan secara  khusus) sedangkan yang lainnya tergolong ibadah maqshudah bi dzatiha (disyariatkan secara langsung), maka boleh digabung dan hal itu tidak berpengaruh pada ibadah tersebut, seperti shalat tahiyatul masjid digabung dengan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya. Tahiyatul masjid tidak diperintahkan secara langsung (ghairu maqshudah li dzatiha), tapi yang diperintahkan adalah memuliakan masjid dengan melaksanakan shalat, dan hal itu telah terlaksana.

Adapun menggabungkan niat dua ibadah yang dimaksudkan secara dzatnya (maqshudah li dzatiha), seperti shalat dzuhur di gabung dengan shalat rawatib, atau seperti puasa wajib—baik yang langsung maupun qadha’—atau kaffarah ataupun nadzar digabung dengan puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan syawal, maka ibadah tersebut tidak sah. Karena masing-masing ibadah tersebut berdiri sendiri dan diperintahkan secara khusus (maqshudah li dzatiha) sehingga ia tidak bisa digabungkan dengan ibadah yang lain.

Dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyah dijelaskan bahwa menggabungkan dua ibadah dalam satu niat, apabila asas perintah dari kedua ibadah tersebut saling berkaitan, seperti mandi jum’at dengan mandi janabah, atau mandi jum’at dengan mandi ketika hendak melaksanakan shalat ‘id, atau salah satu dari ibadah tersebut tidak berdiri sendiri (ghairu maqshudah) seperti tahiyatul masjid dengan shalat fardhu atau dengan sunnah yang lain, maka menggabungkan kedua ibadah tersebut dalam satu niat tidaklah mengapa.

Alasannya, anjuran bersuci itu, antara mandi junub dengan mandi Jumat saling berkaitan. Demikian juga dengan shalat tahiyatul masjid tidak berdiri sendiri atau diperintahkan secara khusus. Namun  perintah hanyalah untuk menunaikan shalat sebelum menempatkan diri di dalam masjid, maka boleh digabungkan dengan shalat yang lain.

sedangkan menggabungkan dua bentuk ibadah yang sama-sama diperintahkan secara khusus (maqshudah bi dzatiha) seperti shalat dhuhur dengan shalat rawatib,  maka tidak sah menggabungkan dua ibadah tersebut dalam satu niat, karena masing-masing ibadah tersebut berdiri sendiri dan tidak bisa masuk kepada yang lain. karena itu, para ulama pun menetapkan sebuah kaidah sebagai standar umum dalam memahami masalah yang serupa, yaitu:

ุฅِุฐَุง ุงุฌْุชَู…َุนَ ุฃَู…ْุฑَุงู†ِ ู…ِู†ْ ุฌِู†ْุณٍ ูˆَุงุญِุฏٍ ูˆَู„َู…ْ ูŠَุฎْุชَู„ِู ู…َู‚ْุตُูˆْุฏَู‡ُู…َุง ุฏَุฎَู„َ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฎَุฑِ ุบَุงู„ِุจุงً

“Apabila dua perkara yang sejenis dan maksud (tujuannya) tidak berbeda berkumpul jadi satu maka secara umum salah satunya masuk kepada yang lain.” (As-Suyuti, Al-Asybah Wan Nadhair, hal: 126)

Maksudnya apabila dua perkara itu, jenis dan tujuannya sama, maka cukup dengan melakukan salah satunya. Maka dapat dipahami bahwa menggabungkan dua bentuk ibadah dalam satu niat adalah boleh asalkan bentuk dan tujuan daripada ibadah tersebut tidak berbeda, atau salah satu di antara keduanya tergolong  ibadah yang tidak berdiri sendiri (ghairu maqshudah li dzatiha) seperti tahiyatul masjid digabungkan dengan shalat sunnah lainnya yang sejenis.

sedangkan bentuk ibadah yang sama-sama masuk dalam  katagori maqshudah lid dzatiha, maka tidak boleh digabungkan dalam satu amalan, seperti shalat rawatib dengan shalat fardhu atau puasa wajib dengan puasa syawal. Sebab, masing-masing dari keduanya berdiri sendiri dan tidak boleh disatukan dalam satu amalan. Wallahu a’lam bis shawab!

KIBLAT.NET –


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
๐Ÿ’ˆwebinfo : www.griyahilfaaz.com
๐Ÿ’ˆIG : griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆShopee : griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆFacebook: griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆTokopedia: griyahilfaaz
๐Ÿ’ˆBukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Khutbah Idul Fitri Ramadhan dan Aplikasi Nilai-Nilai Kesatuan Umat



Khutbah Idul Fitri Ramadhan dan Aplikasi Nilai-Nilai Kesatuan Umat

Oleh: Majelis Dakwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุฐู‰ ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ุตุฏู‚ ูˆุนุฏู‡ ูˆู†ุตุฑ ุนุจุฏู‡ ูˆุงุนุฒ ุฌู†ุฏู‡ ูˆู‡ุฒู… ุงู„ุงุญุฒุงุจ ูˆุญุฏู‡ ุงุดู‡ุฏ ุงู† ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ ูˆุงุดู‡ุฏ ุงู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ู„ุง ู†ุจูŠ ุจุนุฏู‡ ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุงุตุญุง ุจู‡ ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ ูˆู…ู† ูˆุงู„ู‡

ูˆุงุนู„ู…ูˆุง ุฑุญู…ูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุงู† ุฎูŠุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฎูŠุฑ ุงู„ู‡ุฏูŠ ู‡ุฏูŠ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุดุฑ ุงู„ุงู…ูˆุฑ ู…ุญุฏ ุซุชู‡ุง ูˆูƒู„ ู…ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ ูˆูƒู„ ุถู„ุงู„ุฉ ูู‰ ุงู„ู†ุงุฑ

ุงู…ุง ุจุนุฏ: ููŠุง ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงูˆุตูŠูƒู… ูˆุงูŠุง ูŠ ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุทุงุนุชู‡ ูˆุทุงุนุฉ ู„ุนู„ูƒู… ุชูู„ุญูˆู† ูุนู„ูŠูƒู… ุจุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ูˆุงูŠุงูƒู… ูˆุงู„ูุฑู‚ุงู† ูุงู† ูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ู…ุน ุงู„ุฌู…ุง ุนุฉ ูˆู…ู† ุดุฏ ุดุฏ ุงู„ู‰ ุงู„ู†ุง ุฑ

ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ, ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ, ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah….

Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Allah, karena segala keutamaan, kemuliaan dan kebaikan adalah milik-Nya. Selain Allah adalah makhluk, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah sang Maha Pencipta penguasa alam semesta yang menggenggam mahluk ciptaan-Nya. Tidak ada daya dan upaya melainkan semuanya hanya dari Allah SWT.

Khutbah Idul Fitri: Tingkatkan Jihad dengan Al-Quran untuk Kejayaan Islam




Khutbah Idul Fitri: Tingkatkan Jihad dengan Al-Quran untuk Kejayaan Islam

Oleh : Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูƒَุจِูŠْุฑًุง ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ูƒَุซِูŠْุฑًุง ูˆَุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ุจُูƒْุฑَุฉً ูˆَุฃَุตِูŠْู„ุงً، ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ุตَุฏَู‚َ ูˆَุนْุฏَู‡ُ ูˆَู†َุตَุฑَ ุนَุจْุฏَู‡ُ ูˆَุฃَุนَุฒَّ ุฌُู†ْุฏَู‡ُ ูˆَู‡َุฒَู…َ ุงู„ุฃَุญْุฒَุงุจَ ูˆَุญْุฏَู‡ُ، ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ، ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูˆَู„ู„ู‡ِ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ.  ุฅู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ِู„ู„ู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَ ู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَู€ุบْูِุฑُู‡ُ , ูˆَู†َุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ ِู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง  ูˆَ ู…ِู†ْ ุณَู€ูŠِّุฃَุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง , ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ , ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ. ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ , ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ََّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ู„ุงَ ู†َุจِูŠَّ ุจَุนْุฏَู‡ُ , ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّู‰ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَّุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุงَุตْุญَุงุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูˆَّุงู„َู‡ُ , ู…َุง ุดَุงุกَ ุงู„ู„ู‡ُ ูƒَุงู†َ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ูŠَุดَุงุกَ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ู„ุงَ ุญَูˆْู„َ ูˆَู„ุงَ ู‚ُูˆَّุฉَ  ุฅِู„ุงَّ ุจِุงู„ู„ู‡ِ , ุงَู…َّุง ุจَุนْุฏُ ูَูŠَุง ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ ุงُูˆْุณِูŠْู†ูŠْ ูˆَุงِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِุชَู‚ْูˆَุงุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุทَุงุนَุชِู‡ِ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُุฑْุญَู…ُูˆْู†َ ,ูƒَู…َุง ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰ , ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠْู…ِ  ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ :  ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„ุงَّ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ , ูˆَู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ูِูŠْ ุงَูŠَุฉٍ ุงُุฎَุฑُ , ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ูˆَู„ْุชَู†ْุธُุฑْ ู†َูْุณٌ ู…َุง ู‚َุฏَّู…َุชْ ู„ِุบุฏٍ  ูˆَّุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุฎَุจِูŠْุฑٌ ุจِู…َุง ุชَุนْู…َู„ُูˆْู†َ, ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ًุง ุณَุฏِูŠุฏًุง , ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง ูˆَู‚َุงู„َ
ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ, ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ,  ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat, jamaah Idul Fitri rahimakumullah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla, Dzat Yang Maha Mulia, Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. Kepada-Nya segenap makhluk bergantung dan hanya kepada-Nya segala sesuatu akan kembali. Dialah Al-Khaliq, Dzat yang telah menciptakan dan mengatur alam dan segala isinya ini dengan seluruh aturan-Nya yang utuh lagi sempurna.

Dialah Al-Hakim, Dzat yang Maha Pembuat Hukum, yang syariat-Nya membawa rahmat bagi semesta alam. Dialah Al-‘Aliim, yang maha mengetahui segala desiran isi hati dan segala angan khayalan inderawi. Kepada-Nya kita masing-masing akan mempertanggungjawabkan setiap apa yang kita lisankan dan apa-apa yang kita kerjakan.

Khutbah Idul Fitri: Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menata Peradaban Dunia




Khutbah Idul Fitri: Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menata Peradaban Dunia

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj News Agency (MINA), Pengasuh Ma’had Tahfidz Al-Quran wal Hadits Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) Bekasi*
ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ
ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูƒَุจِูŠْุฑًุง ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ِู„ู„ู‡ِ ูƒَุซِูŠْุฑًุง ูˆَุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ุจُูƒْุฑَุฉً ูˆَุฃَุตِูŠْู„ุงً، ู„ุงَ ุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ، ุตَุฏَู‚َ ูˆَุนْุฏَู‡ُ، ูˆَู†َุตَุฑَ ุนَุจْุฏَู‡ُ، ูˆَุฃَุนَุฒَّ ุฌُู†ْุฏَู‡ُ، ูˆَู‡َุฒَู…َ ุงْู„ุฃَุญْุฒَุงุจَ ูˆَุญْุฏَู‡ُ، ู„ุงَ ุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَู„ุงَ ู†َุนْุจُุฏُ ุฅِู„ุงَّ ุฅِูŠَّุงู‡ُ ู…ُุฎْู„ِุตِูŠْู†َ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏِّูŠْู†َ ูˆَู„َูˆْ ูƒَุฑِู‡َ ุงู„ْูƒَุงูِุฑُูˆْู†َ، ู„ุงَ ุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ، ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูˆَู„ู„ู‡ِ
ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ِู„ู„ู‡ِ ู‡َุฏَุงู†َุง ู„ِู‡ٰุฐَุง ูˆَู…َุง ูƒُู†َّุง ู„ِู†َู‡ْุชَุฏِู‰َ ู„َูˆْู„ุงَ ุงَู†ْ ู‡َุฏَุงู†َุง ุงู„ู„ู‡ ُ ุฃَุดْู‡َุฏُุฃَู†ْ ู„ุงَّ ุฅِู„ٰู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุฑَّุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ.
ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุนَู„ٰู‰ ู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุฃَุดْุฑَูِ ุงْู„ุฃَู†ْุจِูŠَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠْู†َ ูˆَุนَู„ٰู‰ ุฃٰู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ.
ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ. ูَูŠَุง ุฃَูŠู€ُّู‡َุง ุงู„ْุญَุงุถِุฑُูˆْู†َ ุฑَุญِู…َูƒُู…ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃُูˆْุตِูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฅِูŠَّุงูŠَ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ุงู„ْู…ُุชَّู‚ُูˆْู†َ.

Khutbah Idul Fitri Ramadhan Mengembalikan Fitrah Manusia Kepada Tuntunan Allah dan Rasul-Nya Serta Semangat Jihad Membela Agama




Khutbah Idul Fitri Ramadhan Mengembalikan Fitrah Manusia Kepada Tuntunan Allah dan Rasul-Nya Serta Semangat Jihad Membela Agama

Oleh Majelis Dakwah Pusat (MDP) Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
.ุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْ ุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْ ุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْ ู„ุงَ ุงِู„َู‡َ ุงِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْ ุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْ ูˆَู„ู„ู‡ِ ุงْู„ุญَู…ْุฏُ
3x ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ุงู„َّุฐِู‰ ุฌَุนَู„َ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ุนِูŠْุฏَ ุงْู„ูِุทْุฑِ ุจَุนْุฏَ ุตِูŠุงَู…ِ ุฑَู…َุถَุงู†َ ูˆَุนْูŠุฏَ ุงْู„ุงَุถْุญَู‰ ุจَุนْุฏَ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุฑَูَุฉَุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْ
ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†ْ ู„ุงَ ุงِู„َู‡َ ุงِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ู„َู‡ُ ุงْู„ู…َู„ِูƒُ ุงْู„ุนَุธِูŠْู…ُ
ุงْู„ุงَูƒْุจَุฑْ ูˆَุงَุดْู‡َุฏٌ ุงَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†ุงَ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุงู„ุดَّุงูِุนُ ูِู‰ ุงْู„ู…َุญْุดَุฑْ ู†َุจِูŠَّ ู‚َุฏْ ุบَูَุฑَ ุงู„ู„ู‡ُ ู„َู‡ُ ู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ู…ِู†ْ ุฐَู†ْุจِู‡ِ ูˆَู…َุง ุชَุฃَุฎَّุฑَ
ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„ู‰َ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุงَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงَุฐْู‡َุจَ ุนَู†ْู‡ُู…ُ ุงู„ุฑِّุฌْุณَ ูˆَุทَู‡َّุฑْุงู„ู„ู‡ُ ุงَูƒْุจَุฑْุงَู…َّุง ุจَุนْุฏُ
ูَูŠَุง ุนِุจَุงุฏَุงู„ู„ู‡ِ ุงِุชَّู‚ُูˆุงุงู„ู„ู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆْุชُู†َّ ุงِู„ุงَّ ูˆَุงَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ
ูَุฃَู‚ِู…ْ ูˆَุฌْู‡َูƒَ ู„ِู„ุฏِّูŠู†ِ ุญَู†ِูŠูًุง ูِุทْุฑَุฉَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„َّุชِูŠ ูَุทَุฑَ ุงู„ู†َّุงุณَ ุนَู„َูŠْู‡َุง ู„ุง ุชَุจْุฏِูŠู„َ ู„ِุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุงู„ْู‚َูŠِّู…ُ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑَ ุงู„ู†َّุงุณِ ู„ุง ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Sejak pagi telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
ูˆَู„ِุชُูƒْู…ِู„ُูˆุงุงْู„ุนِุฏَّุฉَ ูˆَู„ِุชُูƒَุจِّุฑُุงู„ู„ู‡َ ุนَู„َู‰ ู…َุง ู‡َุฏَุงูƒُู…ْ ูˆู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุดْูƒُุฑُูˆْู†َ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:
ุฒَูŠِّู†ُูˆْุง ุงَุนْูŠَุงุฏَูƒُู…ْ ุจِุงู„ุชَّูƒْุจِูŠْุฑ

Khutbah Idul Fitri: Idul Fitri Sebagai Momentum Memperkokoh Kesatuan dan Persatuan Umat




Khutbah Idul Fitri: Idul Fitri Sebagai Momentum Memperkokoh Kesatuan dan Persatuan Umat

Oleh: Ir. Agus Priyono, M.S.; Amir Majelis Dakwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ู‡ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ ูˆَู†َุชُูˆْุจُ ุงِู„َูŠْู‡ِ ูˆَู†َุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ

ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุงَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุงَุนْู…َุงู„ِู†َุง،ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ.

ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†ْ ู„ุงَ ุงِู„ู‡َ ุงِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ูˆَุงู„ุตَّู„ุงَุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َู‰ ู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุกَุงู„ِู‡ِ ูˆَุงَุตْุญَุงุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُ ุงِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ. ุงَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَูŠَุงุนِุจَุงุฏَุงู„ู„ู‡ِ: ุงُูˆْุตِูŠْูƒُู…ْ ูˆَู†َูْุณِูŠ ุจِุชَู‚ْูˆَ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุทَุงุนَุชِู‡ِ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆْู†َ. ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِู‰ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠْู…ِ: ูŠَุงุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงَู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆْุชُู†َّ ุงِู„ุงَّ ูˆَุงَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูู‰ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ูƒุฑูŠู…:  ูˆَุฅِู†َّ ู‡َุฐِู‡ِ ุฃُู…َّุชُูƒُู…ْ ุฃُู…َّุฉً ูˆَุงุญِุฏَุฉً ูˆَุฃَู†َุง ุฑَุจُّูƒُู…ْ ูَุงุชَّู‚ُูˆู†ِ ูَุชَู‚َุทَّุนُูˆุง ุฃَู…ْุฑَู‡ُู…ْ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุฒُุจُุฑًุง ูƒُู„ُّ ุญِุฒْุจٍ ุจِู…َุง ู„َุฏَูŠْู‡ِู…ْ ูَุฑِุญُูˆู†َ ูَุฐَุฑْู‡ُู…ْ ูِูŠ ุบَู…ْุฑَุชِู‡ِู…ْ ุญَุชَّู‰ ุญِูŠู†ٍ

ูَู€ุฅِู†ّ  ุฃَุตْุฏَู‚َ ุงู„ْุญَุฏِูŠْุซِ ูƒِุชَู€ุงุจُ ุงู„ู„ู‡ِ , ูˆَุฎَูŠْุฑَ ุงู„ْู‡َุฏْูŠِ ู‡َุฏْูŠُ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุดَุฑَّุงู„ْุฃُู…ُูˆْุฑِ ู…ُุญْุฏَุซุงุชُู‡َุง ูˆَูƒُู„َّ ู…ُุญْุฏَุซَุฉٍ ุจِุฏْุนُุฉٌ ูˆَูƒُู„َّ ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَู„َุงู„َุฉٌ ูˆَูƒُู„َّ ุถَู„َุงู„َุฉٍ ูِู‰ ู„ู†َّุงุฑِ

ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ, ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ, ุงู„ู„ู‡ ุงูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ

 Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah,

Khutbah Idul Fitri dan Pesan Perdamaian Pasca Pemilu


Silahkan unduh di

https://drive.google.com/file/d/1ewGCRXypCDntSpVljhoS5mMqmSJAlikV/view


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
๐Ÿ’ˆwebinfo : www.griyahilfaaz.com
๐Ÿ’ˆIG : @griya_hilfaaz
๐Ÿ’ˆShopee : @griya_hilfaaz
๐Ÿ’ˆFacebook: @griya_hilfaaz
๐Ÿ’ˆTokopedia: @griya_hilfaaz
๐Ÿ’ˆBukalapak: @griya_hilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Khutbah Idul Fitri: Meraih Kemenangan dengan Ketaatan



Khutbah Idul Fitri: Meraih Kemenangan dengan Ketaatan



***

ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ, ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ, ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠู†ُู‡ُ, ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ, ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง, ูˆَุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง. ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ, ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ, ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ, ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„ุงَّ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ุงً ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงู„ุฃََุฑْุญَุงู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ุงً ุณَุฏِูŠุฏًุง ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง.

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ

ูَุฅِู†َّ ุฎَูŠْุฑَ ุงู„ْุญَุฏِูŠุซِ ูƒِุชَุงุจُ ุงู„ู„َّู‡ِ, ูˆَุฎَูŠْุฑَ ุงู„ْู‡َุฏْูŠِ ู‡َุฏْูŠُ ู…ُุญَู…َّุฏٍ, ูˆَุดَุฑَّ ุงู„ุฃُู…ُูˆุฑِ ู…ُุญْุฏَุซَุงุชُู‡َุง, ูˆَูƒُู„َّ ู…ُุญْุฏَุซَุฉٍ ุจِุฏْุนَุฉٌ, ูˆَูƒُู„َّ ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَู„ุงَู„َุฉٌ, ูˆَูƒُู„ُّ ุถَู„ุงَู„َุฉٍ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ

Allahu Akbar…Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri yang berbahagia,

Pertama-tama, kami berwasiat kepada diri sendiri, kemudian kepada para jama’ah, hendaklah kita tetap bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita. Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada kita dรฎn (agama) yang mulia ini, yaitu al-Islam. Allah telah menyempurnakan dan ridha Islam menjadi agama kita, dan sungguh, Allah Ta’ala telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita.

ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุฃَูƒْู…َู„ْุชُ ู„َูƒُู…ْ ุฏِูŠู†َูƒُู…ْ ูˆَุฃَุชْู…َู…ْุชُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู†ِุนْู…َุชِูŠ ูˆَุฑَุถِูŠุชُ ู„َูƒُู…ُ ุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…َ ุฏِูŠู†ًุง

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (Qs al-Mรขidah/5:3).

Khutbah Idul Fitri: Istiqomah Setelah Ramadhan



Khutbah Idul Fitri: Istiqomah Setelah Ramadhan
Nur Fitri Hadi, MA
                                       
Khutbah Pertama:

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ، ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡، ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ، ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูƒู„ู…ุง ุฃูุงุถَ ุงู„ุฑุจُّ ุนู„ู‰ ุงู„ุฎู„ู‚ ู…ู† ุงู„ุฎูŠุฑุงุช، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูƒู„ู…ุง ุชุฌุงูˆุฒَ ุนู† ุงู„ุณูŠุฆุงุช، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูƒู„ู…ุง ุฑูุนَ ุงู„ุณุงุฆِู„ูˆู† ุฃูŠุฏูŠู‡ู… ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุจุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุญุงุฌุงุช، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุนุฏุฏ ู…ุง ุฃุนุฏَّ ุงู„ู„ู‡ ู„ู„ุตุงุฆู…ูŠู† ู…ู† ู‚ُุฑَّุฉ ุฃุนูŠู†ٍ ููŠ ุงู„ุฌู†ุงุช، ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุฑِุถุง ู†ูุณู‡، ูˆุฒِู†ุฉَ ุนุฑุดู‡، ูˆู…ِุฏุงุฏَ ูƒู„ู…ุงุชู‡، ูˆุนุฏุฏَ ุฎู„ู‚ู‡.

ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡، ู„ู‡ ุงู„ู…ُู„ูƒ ูˆู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏُ، ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู†ุจูŠَّู†ุง ูˆุณูŠِّุฏَู†ุง ู…ุญู…ุฏًุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุฃูุถู„ُ ู…ู† ุตู„َّู‰ ูˆุตุงู…، ูˆูˆูَّู‰ ูƒู„َّ ู…ู‚ุงู…ٍ ู„ุฑุจِّู‡ ู…ู† ุงู„ุชุนุจُّุฏ، ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ِّ ูˆุณู„ِّู… ูˆุจุงุฑِูƒ ุนู„ู‰ ุนุจุฏِูƒ ูˆุฑุณูˆู„ِูƒ ู…ุญู…ุฏٍ، ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจِู‡ ุงู„ุฐูŠู† ูุงุฒُูˆุง ุจุงู„ุณَّุจู‚ ุฅู„ู‰ ุงู„ุทุงุนุงุช ูˆุงู„ุชูุฑُّุฏ.

ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูˆَู„ู„ู‡ِ ุงู„ุญَู…ْุฏُ

Ibadallah,

Khotib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah dalam setiap waktu. Karena kita tidak akan mampu mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali dengan ketakwaan.

ูˆَุชَุฒَูˆَّุฏُูˆุง ูَุฅِู†َّ ุฎَูŠْุฑَ ุงู„ุฒَّุงุฏِ ุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ٰ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” [Quran Al-Baqarah: 197].

Mukaddimah Khutbah Jum’at

Tags



Mukaddimah Khutbah Jum’at

Teks Pengantar Khotbah

ุฅู†َّ ุงู„ู€ุญَู…ْุฏَ ู„ِู„ّู‡ِ ู†َู€ุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„َุง ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ، ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„َุง ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู† ู„ุงَّ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُู€ุญَู…َّุฏุงً ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡.
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„َุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„َّุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุญَุงู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ًุง ุณَุฏِูŠุฏًุง
ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง  ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ

Status Riwayat

Pengantar khotbah di atas diriwayatkan dari enam sahabat. Mereka adalah: Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, Nubaith bin Syarith, dan Aisyah radhiallahu ‘anhum.

Dalam hal ini, kami hanya menyebutkan riwayat Ibnu Mas’ud.

ุนู† ุฃุจูŠ ุนุจูŠุฏุฉ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุฃุจูŠู‡ ู‚ุงู„ : ุนَู„َّู…َู†َุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฎُุทْุจَุฉَ ุงู„ْุญَุงุฌَุฉِ [ ูِูŠْ ุงู„ู†ِّูƒَุงุญِ ูˆَุบَูŠْุฑِู‡ِ ] : ุฅู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ّู‡ِ.ุงู„ุฎ

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah … –sebagaimana lafal di atas– ….” (H.r. Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Hakim, Daud Ath-Thayalisi, Imam Ahmad, dan Abu Ya ‘la; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani)

Keterangan Umum

Khutbah Idul Fitri: Mewujudkan Takwa Paripurna



Khutbah Idul Fitri: Mewujudkan Takwa Paripurna


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆ ุฑุญู…ุฉุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ 3 xุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ 3 xุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ 3 x

ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูƒَุจِูŠْุฑًุง،ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُู„ู„ู‡ ูƒَุซِูŠْุฑًุง،ูˆَุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ุจُูƒْุฑَุฉً ูˆَ ุฃَุตِูŠْู„ุงً. ู„ุงَุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ،ุตَุฏَู‚َ ูˆَุนْุฏَู‡ُ، ูˆَ ู†َุตَุฑَ ุนَุจْุฏَู‡ُ، ูˆَ ุฃَุนَุฒَّ ุฌُู†ْุฏَู‡ُ ูˆَู‡َุฒَู…َ ุงู„ุฃَุญْุฒَุงุจَ ูˆَุญْุฏَู‡ُ. ู„ุงَุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ู‡ُูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ. ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑ ُูˆَู„ู„ู‡ِ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ.

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُู„ู„ู‡ِ ุงู„ًّุฐِูŠْ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ูˆَุงู„ْุญَูŠَุงุฉَ ู„ِูŠَุจْู„ُูˆَูƒُู…ْ ุฃَูŠُّูƒُู…ْ ุงَุญَุณَู†ُ ุนَู…َู„ุงَ، ูˆَ ุงู„َّุฐِูŠْ ุฃَู…َุฑَู†َุง ุจِุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ ูˆَ ู†َู‡َุงู†َุงุนَู†ِ ุงุชِّุจَุงุนِ ุงู„ْู‡َูˆَู‰.

ุฃَุดْู‡َุฏُุฃَู†ْ ู„ุงَุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ،ุงู„ْู…َู„ِูƒُ ุงู„ْุญَู‚ُّ ุงู„ْู…ُุจِูŠْู†ُ، ุงู„َّุฐِูŠْ ุฃَูˆْุถَุญَ ุงู„ุทَّุฑِูŠْู‚َ ู„ِู„ุทَّุงู„ِุจِูŠْู†َ، ูˆَ ุณَู‡َู„َ ู…َู†ْู‡َุฌَ ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุฉِ ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠْู†َ.

ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุงู…ُุญَู…َّุฏًุงุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَ ุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุตَุงุฏِู‚ُ ุงู„ْูˆَุนْุฏِุงู„ุฃَู…ِูŠْู†َ ูˆَุงْู„ุฅِู…َุงู…ُ ِู„ู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠْู†َ.

ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَ ุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ، ูˆَ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠْู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุฅِุญْุณَุงู†ٍ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠْู†َ.


‘Amma ba’du