Khutbah Jumat : Amalan Bulan Dzulhijjah


Khutbah Jumat : Amalan Bulan Dzulhijjah
--------Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْ

Bolehkah Menggabungkan Beberapa Ibadah dalam Satu Niat?


Bolehkah Menggabungkan Beberapa Ibadah dalam Satu Niat?


Dalam kajian para ulama, permasalahan menggabungkan beberapa ibadah dalam satu niat biasa disebut dengan tasyrik fin niyah atau tadakhulun niyah (menggabungkan niat). Hukumnya kembali kepada jenis masing-masing ibadah. Apabila ibadah tersebut termasuk wasail atau ibadah yang saling berkaitan, maka ibadahnya sah, dan kedua ibadah tersebut terhitung telah tertunaikan.

Misalnya, seseorang mandi junub pada hari Jum’at dengan niat mandi junub sekaligus mandi Jum’at. Maka ia dianggap telah bersih dari hadas besar tersebut sekaligus ia memperoleh pahala mandi jum’at.

Lebih mudahnya, dalam mengkaji tema ini, para ulama membagikan ibadah menjadi dua, yaitu:

Pertama: ibadah maqshudah li dzatiha, yaitu ibadah yang berdiri sendiri dan diperintahkan agar dilaksanakan secara khusus, tidak boleh digabungkan atau dijalankan secara bersamaan dengan ibadah lain yang bentuk nash perintahnya sama. Seperti, shalat wajib, puasa wajib, puasa syawal, shalat witir, shalat dhuha, dan seterusnya.

Kedua: ibadah laisa maqsudah li dzatiha, yaitu ibadah yang tidak berdiri sendiri. Tujuan utama disyariatkannya adalah yang penting amalan itu ada di kesempatan tersebut, apapun bentuknya. Seperti puasa senin-kamis, shalat tahiyatul masjid, Shalat Sunnah wudhu dan seterusnya. (Ibnu Utsaimin, Liqa’ al-Bab al-Maftuh, volume: 19, no: 51)

Untuk  memahami membedakan antara ibadah yang dikatagorikan maqshudah li dzatiha dan ibadah ghairu maqshudah li dzatihah, semuanya dikembalikan kepada bentuk nash atau dalil yang memerintahkannya. Misalnya tentang shalat tahiyatul masjid, Rasulullah saw bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)

Perintah shalat di atas bersifat umum, tidak diperintahkan secara khusus. Artinya sebelum duduk di dalam masjid kita dianjurkan untuk melakukan shalat dua rakaat, apapun bentuk shalat tersebut. Tidak harus shalat tahiyatul masjid, mungkin bisa saja dengan shalat sunnah rawatib atau sunnah lainnya. Walaupun mengerjakan shalat tahiyatul masjid secara khusus, tetap dihitung lebih utama.

Sedangkan contoh dalil ibadah yang masuk dalam katagori maqsudah li dzatiha adalah seperti perintah melaksanakan shalat dhuha. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Atau anjuran melaksanakan puasa syawal, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Bentuk anjuran dalam hadis tentang Shalat Dhuha atau puasa Syawal di atas, ditujukan secara khusus dan bentuk perintahnya harus dijalankan secara khusus, sehingga sesama ibadah yang masuk dalam katagori ini tidak bisa disatukan dalam satu niat.

Kaidah dalam Menggabungkan dua ibadah dalam satu niat

Jika salah satu dari dua ibadah tersebut tergolong ibadah ghairu maqshudah li dzatiha (tidak diperintahkan secara  khusus) sedangkan yang lainnya tergolong ibadah maqshudah bi dzatiha (disyariatkan secara langsung), maka boleh digabung dan hal itu tidak berpengaruh pada ibadah tersebut, seperti shalat tahiyatul masjid digabung dengan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya. Tahiyatul masjid tidak diperintahkan secara langsung (ghairu maqshudah li dzatiha), tapi yang diperintahkan adalah memuliakan masjid dengan melaksanakan shalat, dan hal itu telah terlaksana.

Adapun menggabungkan niat dua ibadah yang dimaksudkan secara dzatnya (maqshudah li dzatiha), seperti shalat dzuhur di gabung dengan shalat rawatib, atau seperti puasa wajib—baik yang langsung maupun qadha’—atau kaffarah ataupun nadzar digabung dengan puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan syawal, maka ibadah tersebut tidak sah. Karena masing-masing ibadah tersebut berdiri sendiri dan diperintahkan secara khusus (maqshudah li dzatiha) sehingga ia tidak bisa digabungkan dengan ibadah yang lain.

Dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyah dijelaskan bahwa menggabungkan dua ibadah dalam satu niat, apabila asas perintah dari kedua ibadah tersebut saling berkaitan, seperti mandi jum’at dengan mandi janabah, atau mandi jum’at dengan mandi ketika hendak melaksanakan shalat ‘id, atau salah satu dari ibadah tersebut tidak berdiri sendiri (ghairu maqshudah) seperti tahiyatul masjid dengan shalat fardhu atau dengan sunnah yang lain, maka menggabungkan kedua ibadah tersebut dalam satu niat tidaklah mengapa.

Alasannya, anjuran bersuci itu, antara mandi junub dengan mandi Jumat saling berkaitan. Demikian juga dengan shalat tahiyatul masjid tidak berdiri sendiri atau diperintahkan secara khusus. Namun  perintah hanyalah untuk menunaikan shalat sebelum menempatkan diri di dalam masjid, maka boleh digabungkan dengan shalat yang lain.

sedangkan menggabungkan dua bentuk ibadah yang sama-sama diperintahkan secara khusus (maqshudah bi dzatiha) seperti shalat dhuhur dengan shalat rawatib,  maka tidak sah menggabungkan dua ibadah tersebut dalam satu niat, karena masing-masing ibadah tersebut berdiri sendiri dan tidak bisa masuk kepada yang lain. karena itu, para ulama pun menetapkan sebuah kaidah sebagai standar umum dalam memahami masalah yang serupa, yaitu:

إِذَا اجْتَمَعَ أَمْرَانِ مِنْ جِنْسٍ وَاحِدٍ وَلَمْ يَخْتَلِف مَقْصُوْدَهُمَا دَخَلَ أَحَدُهُمَا فِي الْأَخَرِ غَالِباً

“Apabila dua perkara yang sejenis dan maksud (tujuannya) tidak berbeda berkumpul jadi satu maka secara umum salah satunya masuk kepada yang lain.” (As-Suyuti, Al-Asybah Wan Nadhair, hal: 126)

Maksudnya apabila dua perkara itu, jenis dan tujuannya sama, maka cukup dengan melakukan salah satunya. Maka dapat dipahami bahwa menggabungkan dua bentuk ibadah dalam satu niat adalah boleh asalkan bentuk dan tujuan daripada ibadah tersebut tidak berbeda, atau salah satu di antara keduanya tergolong  ibadah yang tidak berdiri sendiri (ghairu maqshudah li dzatiha) seperti tahiyatul masjid digabungkan dengan shalat sunnah lainnya yang sejenis.

sedangkan bentuk ibadah yang sama-sama masuk dalam  katagori maqshudah lid dzatiha, maka tidak boleh digabungkan dalam satu amalan, seperti shalat rawatib dengan shalat fardhu atau puasa wajib dengan puasa syawal. Sebab, masing-masing dari keduanya berdiri sendiri dan tidak boleh disatukan dalam satu amalan. Wallahu a’lam bis shawab!

KIBLAT.NET –


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Khutbah Idul Fitri Ramadhan dan Aplikasi Nilai-Nilai Kesatuan Umat



Khutbah Idul Fitri Ramadhan dan Aplikasi Nilai-Nilai Kesatuan Umat

Oleh: Majelis Dakwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

الحمد لله الذى لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم الاحزاب وحده اشهد ان لا اله الا لله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى اله واصحا به ومن تبعه ومن واله

واعلموا رحمكم الله ان خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الامور محد ثتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فى النار

اما بعد: فيا عباد الله اوصيكم وايا ي بتقوى الله وطاعته وطاعة لعلكم تفلحون فعليكم بالجماعة واياكم والفرقان فان يد الله مع الجما عة ومن شد شد الى النا ر

الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah….

Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Allah, karena segala keutamaan, kemuliaan dan kebaikan adalah milik-Nya. Selain Allah adalah makhluk, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah sang Maha Pencipta penguasa alam semesta yang menggenggam mahluk ciptaan-Nya. Tidak ada daya dan upaya melainkan semuanya hanya dari Allah SWT.

Khutbah Idul Fitri: Tingkatkan Jihad dengan Al-Quran untuk Kejayaan Islam




Khutbah Idul Fitri: Tingkatkan Jihad dengan Al-Quran untuk Kejayaan Islam

Oleh : Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.  إنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَـغْفِرُهُ , وَنَعُوْذُ بِالله ِمِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا  وَ مِنْ سَـيِّأَتِ أَعْمَالِنَا , مَنْ يَهْدِهِ الله فَلاَ مُضِلَّ لَهُ , وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنََّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَمَنْ وَّالَهُ , مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَاءَ لَمْ يَكُنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ  إِلاَّ بِاللهِ , اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْسِيْنيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَااللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ,كَمَا قَالَ اللهُ وَتَعَالَى , أَعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ :  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ , وَقَالَ اللهُ فِيْ اَيَةٍ اُخَرُ , يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغدٍ  وَّاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ, يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا , يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وَقَالَ
الله اكبر, الله أكبر,  ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin wal muslimat, jamaah Idul Fitri rahimakumullah

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla, Dzat Yang Maha Mulia, Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. Kepada-Nya segenap makhluk bergantung dan hanya kepada-Nya segala sesuatu akan kembali. Dialah Al-Khaliq, Dzat yang telah menciptakan dan mengatur alam dan segala isinya ini dengan seluruh aturan-Nya yang utuh lagi sempurna.

Dialah Al-Hakim, Dzat yang Maha Pembuat Hukum, yang syariat-Nya membawa rahmat bagi semesta alam. Dialah Al-‘Aliim, yang maha mengetahui segala desiran isi hati dan segala angan khayalan inderawi. Kepada-Nya kita masing-masing akan mempertanggungjawabkan setiap apa yang kita lisankan dan apa-apa yang kita kerjakan.

Khutbah Idul Fitri: Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menata Peradaban Dunia




Khutbah Idul Fitri: Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menata Peradaban Dunia

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj News Agency (MINA), Pengasuh Ma’had Tahfidz Al-Quran wal Hadits Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) Bekasi*
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلاَ اَنْ هَدَانَا الله ُ أَشْهَدُأَنْ لاَّ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيـُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Khutbah Idul Fitri Ramadhan Mengembalikan Fitrah Manusia Kepada Tuntunan Allah dan Rasul-Nya Serta Semangat Jihad Membela Agama




Khutbah Idul Fitri Ramadhan Mengembalikan Fitrah Manusia Kepada Tuntunan Allah dan Rasul-Nya Serta Semangat Jihad Membela Agama

Oleh Majelis Dakwah Pusat (MDP) Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
.اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
3x اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَاللهُ اَكْبَرْ
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ
اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْاللهُ اَكْبَرْاَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Sejak pagi telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:
زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر

Khutbah Idul Fitri: Idul Fitri Sebagai Momentum Memperkokoh Kesatuan dan Persatuan Umat




Khutbah Idul Fitri: Idul Fitri Sebagai Momentum Memperkokoh Kesatuan dan Persatuan Umat

Oleh: Ir. Agus Priyono, M.S.; Amir Majelis Dakwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

اَلْحَمْدُ لِله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ

مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا،مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَاللهِ: اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قال الله تعالى فى القران الكريم:  وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ

فَـإِنّ  أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَـابُ اللهِ , وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّالْأُمُوْرِ مُحْدَثاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعُةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِى لنَّارِ

الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد

 Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah,

Khutbah Idul Fitri dan Pesan Perdamaian Pasca Pemilu


Silahkan unduh di

https://drive.google.com/file/d/1ewGCRXypCDntSpVljhoS5mMqmSJAlikV/view


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : @griya_hilfaaz
💈Shopee : @griya_hilfaaz
💈Facebook: @griya_hilfaaz
💈Tokopedia: @griya_hilfaaz
💈Bukalapak: @griya_hilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Khutbah Idul Fitri: Meraih Kemenangan dengan Ketaatan



Khutbah Idul Fitri: Meraih Kemenangan dengan Ketaatan



***

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Allahu Akbar…Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri yang berbahagia,

Pertama-tama, kami berwasiat kepada diri sendiri, kemudian kepada para jama’ah, hendaklah kita tetap bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita. Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada kita dîn (agama) yang mulia ini, yaitu al-Islam. Allah telah menyempurnakan dan ridha Islam menjadi agama kita, dan sungguh, Allah Ta’ala telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (Qs al-Mâidah/5:3).

Khutbah Idul Fitri: Istiqomah Setelah Ramadhan



Khutbah Idul Fitri: Istiqomah Setelah Ramadhan
Nur Fitri Hadi, MA
                                       
Khutbah Pertama:

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، ولله الحمد، الله أكبر كلما أفاضَ الربُّ على الخلق من الخيرات، الله أكبر كلما تجاوزَ عن السيئات، الله أكبر كلما رفعَ السائِلون أيديهم إلى الله بأنواع الحاجات، الله أكبر عدد ما أعدَّ الله للصائمين من قُرَّة أعينٍ في الجنات، الله أكبر رِضا نفسه، وزِنةَ عرشه، ومِدادَ كلماته، وعددَ خلقه.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له المُلك وله الحمدُ، وأشهد أن نبيَّنا وسيِّدَنا محمدًا عبده ورسوله أفضلُ من صلَّى وصام، ووفَّى كلَّ مقامٍ لربِّه من التعبُّد، اللهم صلِّ وسلِّم وبارِك على عبدِك ورسولِك محمدٍ، وعلى آله وصحبِه الذين فازُوا بالسَّبق إلى الطاعات والتفرُّد.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ibadallah,

Khotib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah dalam setiap waktu. Karena kita tidak akan mampu mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali dengan ketakwaan.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” [Quran Al-Baqarah: 197].

Mukaddimah Khutbah Jum’at




Mukaddimah Khutbah Jum’at

Teks Pengantar Khotbah

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

Status Riwayat

Pengantar khotbah di atas diriwayatkan dari enam sahabat. Mereka adalah: Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, Nubaith bin Syarith, dan Aisyah radhiallahu ‘anhum.

Dalam hal ini, kami hanya menyebutkan riwayat Ibnu Mas’ud.

عن أبي عبيدة بن عبد الله عن أبيه قال : عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ خُطْبَةَ الْحَاجَةِ [ فِيْ النِّكَاحِ وَغَيْرِهِ ] : إنَّ الْحَمْدُ لِلّهِ.الخ

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah … –sebagaimana lafal di atas– ….” (H.r. Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Hakim, Daud Ath-Thayalisi, Imam Ahmad, dan Abu Ya ‘la; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani)

Keterangan Umum

Khutbah Idul Fitri: Mewujudkan Takwa Paripurna



Khutbah Idul Fitri: Mewujudkan Takwa Paripurna


السلام عليكم و رحمةالله و بركاته

الله أكبر 3 xالله أكبر 3 xالله أكبر 3 x

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا،وَالْحَمْدُلله كَثِيْرًا،وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ،صَدَقَ وَعْدَهُ، وَ نَصَرَ عَبْدَهُ، وَ أَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَر ُوَللهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُللهِ الًّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ اَحَسَنُ عَمَلاَ، وَ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَاعَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى.

أَشْهَدُأَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، الَّذِيْ أَوْضَحَ الطَّرِيْقَ لِلطَّالِبِيْنَ، وَ سَهَلَ مَنْهَجَ السَّعَادَةِ لِلْمُتَّقِيْنَ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِالأَمِيْنَ وَاْلإِمَامُ ِللْمُتَّقِيْنَ.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.


‘Amma ba’du


Kode Etik Khutbah dan Khatib



Ketika berkhutbah dan tampil sebagai khatib, seorang juru dakwah harus mengikuti aturan yang telah diatur oleh Islam. Aturan itu pada dasarnya diambil contoh sikap dan perbuatan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyampaikan khutbah Jumat. Berikut ini sejumlah kode etik yang perlu diperhatikan ketika menyampaikan khutbah dan berperan sebagai khatib:

Panduan Shalat Idul Adha dan Idul Fitri




Panduan Shalat Idul Adha dan Idul Fitri
Hukum Shalat Idul Fitri & Idul Adha

Shalat Id hukumnya wajib bagi setiap muslim. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, salah satu pendapat Imam Ahmad, dan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam dan Ibnul Qoyim. Dalil pendapat ini adalah sebagai berikut:

Khutbah Idul Fitri – Tugas Mukmin Pasca-Ramadhan



Khutbah Idul Fitri – Tugas Mukmin Pasca-Ramadhan

Khutbah Idul Fitri

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد،

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَإِنَّ أَفْضَلَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Hadhirin, jamaah shalat id yang kami muliakan,

Segala puji bagi Allah, atas nikmat hidayah yang Allah limpahkan kepada kita, sehingga kita bisa menjadi seorang muslim. Mengikuti ajaran agama yang benar, mengikuti kitab yang benar, yang diajarkan oleh Sang Rasul yang membawa kebenaran. Kita menjadi orang beriman, yang merupakan syarat utama agar kita bisa mendapatkan janji surga.

Semua agama mengklaim, diri merekalah yang akan menjadi ahli surga. Yahudi mengatakan, hanya mereka yang akan masuk surga. Nasrani mengklaim, hanya mereka yang akan masuk surga. Namun Allah, Sang pemilik surga, hanya memilih orang islam untuk bisa masuk surga.

Di surat al-Baqarah ayat 111 dan 112, Allah menceritakan klaim mereka berikut bantahannya.

Khutbah Idul Fitri: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah


Khutbah Idul Fitri: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah

Oleh: Ust.Miftahul Ihsan Lc

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.

فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هُدَي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةَ ٌوَكُلَّ ضَلاَلةٍ فِي النَّارِ .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿102﴾ ) آل عمران .

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿1﴾ ) النساء .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿70﴾ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴿71﴾ ) الأحزاب .

اَللّهُ أَكْبَرُ، اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ، وَاللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Sidang Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Sudah sebulan lamanya, kita ditarbiyah oleh Allah SWT di bulan Ramadhan. Kita ditarbiyah melalui syariat puasa yang mana Allah melarang kita untuk menikmati hal-hal yang seharusnya halal bagi kita, kita dilarang untuk makan, padahal makanan tersebut halal dan diperoleh dari cara yang halal. Kita dilarang untuk minum padahal minumannya halal dan diperoleh dari cara yang halal. Kita dilarang untuk berhubungan suami istri padahal itu halal.


Di antara tarbiyah lainnya yang Allah berikan kepada kita di bulan Ramadhan adalah qiyam Ramadhan. Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan terjaga, dengan mengorbankan istirahat untuk bermunajat dan menyendiri bersama Allah SWT. Meyampaikan segala keluh kesah, mengharap ampunan atas dosa dan kealpaan dan memohon keberkehaan dari Sang Pemilik Alam Raya.

Tidak tanggung-tangung baik puasa dan qiyam Ramadhan apabila dilakukan dengan penuh pengharapan dan keimanan kepada Allah, maka Allah akan mengganjarnya dengan ampunan dosa-dosa yang telah lalu. Namun apabila kedua amalan tadi kehilangan ruh, kehilangan pengharapan pahala dan kehilangan nilai keimanan, maka keduanya hanya berbuah rasa capek dan letih. Puasa hanya bernilai haus dan lapar sedangkan qiyam hanya bernilai begadang.