Khutbah : Menentukan Pilihan Secara Cerdas

Menentukan Pilihan Secara Cerdas


Seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan rumit. Tak jarang kerumitan tersebut berujung pada pergulatan psikologis. Seolah-olah ada suara-suara yang saling berlawanan dalam hati kita. Hal ini terjadi dikarenakan dalam tiap individu terdapat dua potensi yang memiliki kepentingan yang saling bertolak belakang. Dua kekuatan yang sama-sama berusaha untuk mendominasi dan mempengaruhi. Akibatnya, manusia kerap mejadi ragu dan bimbang di tengah pusaran tarik ulur antara dua kepentingan yang berlawanan. Allah berfirman, "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujur (kefasikan) dan ketakwaannya." (QS al Syams: 08)



Di hadapan tarik ulur kepentingan ini, setiap individu tetap dituntut mampu menentukan pilihan secara cerdas dengan pertimbangan matang. Setidaknya, terdapat dua variabel penting dalam menentukan pilihan, yaitu pertimbangan akal sehat dan masa depan. Kedua variabel ini diisyaratkan dalam sabda Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dan menguasai dirinya serta beramal untuk bekal di hari setelah kematian."

 Pertama, pertimbangan akal sehat. Suatu pilihan akan berbobot jika ditentukan berdasarkan pertimbangan akal sehat. Sebaliknya, pilihan akan kehilangan nilainya manakala didasarkan pada pertimbangan emosional hawa nafsu. Rasulullah saw menyarankan, "Istafti Qalbaka, Istafti Nafsaka." "Tanyakan kepada hatimu, tanyakan kepada dirimu."

Mengikutsertakan hawa nafsu dalam menentukan pilihan bukanlah tindakan cerdas. Bahkan sebaliknya, akan menjerumuskan pilihan tersebut dalam jurang kesulitan yang semakin rumit. Orang Arab mengatakan, "Aafatu al ra'yi al hawa." "Yang merusak gagasan adalah hawa nafsu."

 Kedua, pertimbangan masa depan. Pilihan hendaklah ditentukan bedasarkan pertimbangan jangka panjang, bukan kepentingan sesaat. Sebuah pilihan hendakya merupakan jawaban atas pertanyaan, "Nanti bagaimana?" bukan pernyataan, "Bagaimana nanti." Allah berfirman,  "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al Hasyr: 18)

Pandangan masa depan orang cerdas tidak berhenti pada masa depan di dunia. Pandangan mereka tentang masa depan melesat jauh menembus dinding-dinding duniawi. Masa depan hakiki, dalam pandangan mereka, adalah masa depan setelah kematian; surga atau neraka.

#SelamatMenentukanPilihan.[ta]
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=605083766237793&id=547222352023935

IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim


EmoticonEmoticon