Khutbah Gerhana Mata Hari Bahasa Sunda

Khutbah Gerhana Bahasa Sunda


Khutbah Shalat Gerhana : Amalan Ketika Gerhana

 Khutbah Shalat Gerhana : Amalan Ketika Gerhana

Khutbah Gerhana Matahari: Mentafakuri Keagungan Allah dan Kesatuan Umat

Khutbah Gerhana

Mentafakuri Keagungan Allah dan Kesatuan Umat

KHUTBAH GERHANA BULAN TOTAL

KHUTBAH GERHANA BULAN TOTAL


Khutbah Gerhana dari Kemenag RI

Khutbah Gerhana dari Kemenag RI

Khutbah Gerhana: Berdoalah, Bartakbirlah, Bersedekahlah!

Khutbah Gerhana: Berdoalah, Bartakbirlah, Bersedekahlah!

Sejarah Gerhana, Fiqih Khutbah dan Shalat Gerhana Lengkap

Fiqih Khutbah dan Shalat Gerhana Lengkap

Khutbah Shalat Gerhana Bahasa Sunda

Khutbah Shalat Gerhana Bahasa Sunda

Panduan Ringkas Shalat Gerhana

Panduan Ringkas Shalat Gerhana

Khutbah Gerhana Nasihat Buat Hati Yang Lalai


Nasihat Buat Hati Yang Lalai


Khutbah Ketika Gerhana dalam Bahasa Jawa

Khutbah Gerhana (Bahasa Jawa)

Khutbah Shalat Gerhana : Ibrah Dari Gerhana

Khutbah Shalat Gerhana : Ibrah Dari Gerhana

Khutbah Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan



Khutbah Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan

Khutbah Shalat Gerhana

Khutbah Shalat Gerhana 

 

PERINTAH ISLAM UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP


PERINTAH ISLAM UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP



Khutbah Jum'at : Rasulullah SAW adalah Tauladan Umat Islam

Khutbah Jum'at : Rasulullah SAW adalah Tauladan Umat Islam

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اْلأَكْبَرِ، خَلَقَ الْكَوْنَ وَدَبَّرَ، خَلَقَ اْلإِنْسَانَ ثُمَّ أَمَاتَهُ ثُمَّ أَقْبَرَ، وَأَرْسَلَ الرُّسُلَ وَأَخْبَرَ، وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ الْكَرِيْمَ فِيْهِ الْعِظَاتُ وَالْعِبَرُ، فَهَدَى وَأَحَلَّ وَأَمَرَ، وَنَهَى وَحَرَّمَ وَزَجَرَ، فَقَالَ فِيْ سُوْرَةَ الْكَوْثَرِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيْمِ: إِنَّآ أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، وَهُوَ الْقَائِلُ سُبْحَانَهُ: يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ. إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ. وَمَآأَمْرُنَآ إِلاَّ وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَهُوَ خَيْرُ الْبَشَرِ، وَصَاحِبُ الْحَوْضِ الْكَوْثَرِ،
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْمُطَهَّرِ، وَعَلَى مَنْ صَاحَبَهُ وَأَزَرَهُ وَوَقَرَ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ فِيْ كُلِّ أَثَرٍ، إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ.
أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.


Contoh Kalimat Wasiat Taqwa Khutbah Jum'at

 Contoh Kalimat Wasiat Taqwa Khutbah Jum'at

''Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya akan dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.'' (HR At-Tirmidzi).

SETIAP hari Jumat, kaum Muslim laki-laki diwajibkan shalat Jumat, yaitu shalat berjamaah dua rakaat yang didahului khotbah Jumat.

Salah satu Rukun Khotbah Jumat adalah wasiat takwa, yakni seruan kepada jamaah dari khotib untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Biasanya, khotib di atas mimbar menyampaikan seruan begini: "Ushikum waiyaya bitaqwallah..." (Aku wasiatkan kepada jamaah sekalian dan aku sendiri agar bertakwa kepada Allah).

Sebenarnya, tanpa mengucapkan kalimat tersebut pun, materi khotbah sendiri sudah secara implisit ataupun eksplitis berisi wasiat takwa. Materi khotbah umumnya berisi ajakan (dakwah) untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Saw.



Kenapa Wasiat Takwa?
Kenapa harus ada wasiat takwa? Selain dicontohkan Rasul, umat Islam diperintahkan senantiasa tetap dalam keadaan beriman dan berusaha meningkatkan keimanan itu setiap saat.
 

"Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS An-Nisaa': 136).

Sekilas, secara harfiyah, ayat di atas memerintahkan orang yang beriman untuk beriman: "Yaa ayyuhalladziina aamanuu aaminuu....Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah...!" 

Lho, 'kan sudah beriman, kenapa diperintahkan beriman? Kira-kira, begitu pertanyaan kita. 

Menurut Tafsir Jalalain, makna "Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu" adalah tetaplah beriman (kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan-Nya kepada rasul-Nya) Muhammad saw. yakni Alquran (serta kitab yang diturunkan-Nya sebelumnya).

Kita diwajibkan jangan pernah melepaskan keimanan itu. Kita juga diharuskan terus meningkatkan keimanan itu.


Menurut Tafsir Depag RI, pada ayat ini Allah SWT menyeru kaum Muslimin agar mereka tetap beriman kepada Allah, kepada Rasul Nya Muhammad saw. kepada Alquran yang diturunkan kepadanya, dan kepada Kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul-rasul sebelumnya.
Dalam QS. Al-Baqarah:1-5 dijelaskan ciri-ciri orang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada Allah SWT, malaikat, para nabi/rasul, hari kiamat, sertya menunaikan shalat dan membayar zakat. Ciri-ciri orang bertakwa (muttaqin) dalam ayat tersebut sama dengan ciri-ciri orang beriman (umat Islam). Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).
Membaca wasiat taqwa bagi khotib hukumnya wajib diucapkan. Maka kami memberikan beberapa contoh kalimat wasiat taqwa khutbah Jum'at dalam bentuk bahasa Indonesia. 
  1. Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepada-Nya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya. Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT. takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhai, di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal 'alamin.
  2. Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur, mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Marilah kita tinggalkan sejenak tugas-tugas duniawiyah, pekerjaan di kantor, bisnis dan perdagangan, untuk masuk masjid melaksanakan sholat Jumat, untuk dzikrullah, ingat kepada Allah SWT. 
  3. Semoga dengan demikian kita termasuk golongan orang-orang yang tidak lalai ingat kepada Allah, walaupun kita disibukkan dengan aktivitas jual beli dan perdagangan. Semoga kita semua dijadikan oleh Allah SWT sebagai hamba Allah yang muttaqin dan husnul khatimah. Amin. 
  4. Dari mimbar yang mulya ini kami berwasiat taqwa kepada diri pribadi dan jamaah, dengan penuh kesadaran mari kita laksanakan perintah-perintah Allah, kita tinggalkan larangan-laranganNya. Dengan begitu InsyaAllah kita selamat fidunya wal akhirah amin..
  5. Melalui mimbar khutbah ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada para jama’ah sekalian, marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan kadar ketaqwaan kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya. Yaitu dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya. Bahwasannya tidak ada perbedaan antara seseorang dengan seorang yang lainnya. Maka alangkah bahagia dan beruntungnya orang yang termasuk dalam golongan muttaqin. Karena kelak akan mendapat tempat dan maqam yang mulia di sisi Ilahi.
  6. Marilah bersama-sama kita tingkatkan kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. bertaubatlah selalu kepada Allah dengan meminta ampunan kepadanya.
  7. Marilah kita bersama-sama meningkatkan kadar keimanan dan keislaman kita kepada Allah swt, sebagai bukti ketaqwaan kita kepada-Nya.
  8. Marilah kita bersama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. dengan sesungguh hati tanpa basa-basi. Karena kesungguhan dalam bertaqwa akan berimplikasi dalam sikap laku ta’at terhadap syari’at dan menghindar dari ma’siat. Sesungguhnya syariat bawaan rasul Muhammad adalah kebenaran mutlaq yang tidak bisa diragukan lagi. Shalat, zakat, puasa dan haji menjadi bukti formal ketaatan seseorang dalam ber-Islam.
  9. Pada kesempatan khutbah ini saya mengajak hadirin sekalian –pada umumnya– dan terutama pada diri saya sendiri –khususnya– untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan terus menerus berusaha meningkatkan ketakwaan itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, serta mensyukuri semua kenikmatan dan karunia yang diberikan kepada kita dengan menggunakan dan menyalurkannya pada jalan yang diridhai oleh-Nya. Dengan demikian, semoga kita senantiasa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
  10. Tak henti-hentinya para khatib senantiasa berwasiat dan menekankan kepada para jamaah/hadirin dalam setiap khutbah Jum’at, bahwa sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan meningkatkan ketaatan dan ibadah kepada Allah, semoga kita termasuk golongan oarng-orang yang dikasihi dan dirahmati Allah SWT.
  11. Marilah kita bersama-sama meningkatkan nilai ketaqwaan kita di hadapan Allah swt.
  12. Dari mimbar yang mulya ini kami berwasiat taqwa kepada jamaah jum`ah, dengan penuh kesadaran mari kita laksanakan perintah-perintah Allah, kita tinggalkan larangan-laranganNya. Dengan begitu Insya Allah kita bisa mendapatkan keselamatan baik di dunia sampai akhirat nanti. amin..
  13. Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah Azza wa Jalla. Taqwa yang juga menjadi wujud syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada kita. Nikmat Iman, nikmat Islam, juga nikmat kesehatan.
  14. Pertama-tama, khatib mengajak semua jamaah, hendaklah kita senantiasa berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala disetiap waktu yang masih Allâh Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita semua. Karena taqwa merupakan bekal terbaikoleh karena itu mari kita manfaatkan sebaik mungkin kesempatan hdup ini untuk mempersiapkan bekal terbaik demi meraih kebahagian abadi di akhirat.
  15. Marilah kita tingkatkan Iman dan takwa kepada Allah karena hanya dengan takwa kita akan mendapatkan ampunan, pertolongan, dan surga-Nya yang agung.
  16. Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  17. Jamaah sidang Jumat sekalian mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, ketakwaan yang menjadikan kita menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Ta’ala menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya.
  18. Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Ta‟ala dan senantiasa memohon rahmat serta pertolongan-Nya. Sehingga kita dapat melaksanakan apa-apa yang diperintah dan apa-apa yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.
  19. Dalam kesempatan khutbah kali ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri maupun jama’ah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa dalam pengertian yang seluas-luasnya, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sosial kemasyarakatan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  20. Pada kesempatan khutbah jum'at ini saya mengajak kepada saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam kondisi apapun. Saat sehat, sakit, kaya, miskin, bahagia, ataupun derita. Karena hanyalah orang-orang yang bertakwa yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya.
  21. Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita semua meningkatkan ketaqwaan kepada Alalh SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-perintahnya dan menjauhi segenap larangan-larangan Allah SWT.
  22. Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada-Nya, karena di tengah-tengah kesibukan kita, masih diberi kenikmatan, yaitu nikmat sehat dan sempat, sehingga kita mampu melaksanakan sholat jum’at ini.
  23. Pada kesempatan khutbah jum'at ini saya mengajak kepada saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam kondisi apapun. Saat sehat, sakit, kaya, miskin, bahagia, ataupun derita. Karena hanyalah orang-orang yang bertakwa yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya.
  24. Pada kesempatan khutbah ini saya mengajak hadirin sekalian –pada umumnya– dan terutama pada diri saya sendiri –khususnya– untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan terus menerus berusaha meningkatkan ketakwaan itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, serta mensyukuri semua kenikmatan dan karunia yang diberikan kepada kita dengan menggunakan dan menyalurkannya pada jalan yang diridhai oleh-Nya. Dengan demikian, semoga kita senantiasa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
  25. Marilah kita bersama-sama menguatkan hati bertekad meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
  26. Marilah kita bersama-sama meningkatkan nilai ketaqwaan kita di hadapan Allah SWT. Marilah kita saling mengingatkan dan saling bernasehat dalam kebaikan. Karena yang demikian itu akan bisa menghindarkan kita dari golongan orang-orang yang merugi.
  27. Pada hari ini, marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt. Semoga dalam perjalanan kehidupan kita setiap perilaku kita senantiasa dalam naungan rahmat dan hidayah-Nya. Tak lupa juga kita senantiasa bertabarruk kepada manusia yang paling utama, yang hanya karenanya Allah swt menciptakan alam seisinya. Muhammad saw. junjungan dan panutan kita umat muslim semua.
  28. Pada kesempatan khutbah kali ini, pertama-tama saya mengajak pribadi saya sendiri dan kaum muslimin umumnya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. Hanya dengan taqwalah bekal yang untuk menghadap-Nya nanti. Fainna khairaz zadit taqwa. Jangan ragukan janji Allah, bahwa ia hanya melihat seseorang dari ketaqwaannya bukan dari sisi lainnya.
  29. Marilah bersama-sama kita saling menasehati akan pentingnya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. sesungguhnya ketaqwaan merupakan kunci menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  30. Saya berwasiat kepada diri sendiri dan jama’ah sekalian untuk senantiasa betaqwa kepada Allah, dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Marilah kita beryukur kepada Allah atas segala rahmat dan karunia yang dilimpahkan kepada kita. Terutama ni’mat iman yang mampu mendorong kita semua beristiqomah mengabdi dan menjalankan jama’ah jum’ah yang penuh berkah ini.
  31. Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt. semoga setiap perilaku kita senantiasa dalam kontrol yang Maha Kuasa, sehingga kita semua terhindar dari berbagai godaan yang menyesatkan kita dari tuntunan agama-Nya. Tidak hanya godaan dosa besar, tetapi juga godaan yang menggoyahkan kepribadian kita sebagai sorang muslim yang bertaqwa.
  32. Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Semakin sering kita mengevaluasi diri kita semakin baik. Karena dengan demikian kita akan merasa selalu bersalah dan selalu berusaha memperbaikinya. Amin
  33. Marilah kita bersama berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, dalam arti meningkatkan kesungguhan kita untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita senantiasa termasuk golongan hamba yang mendapatkan petunjuk di jalan kebenaran.
  34. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Tak henti-hentinya para khatib senantiasa menekankan dalam setiap khutbah Jum’at, bahwa sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. meningkatkan ketaatan dan ibadah kepada Allah agar, kita bertambah dikasihi dan dirahmati Allah SWT.
  35. Mari kita tak henti-hentinya untuk senantiasa meningkatkan kwalitas ketakwaan kita pada Allah SWT, yang tidak lain adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, karena dengan takwallah itulah manusia akan memperoleh kebahagian dan kemuliaan yang hakiki serta derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.
  36. Dalam kesempatan ini, saya mengajak kepada diri saya pribadi dan para jamaah semua untuk selalu taqwa kepada Allah SWT dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-laranganNya agar kita semua mendapat kemuliaan, kebahagiaan dan kesejahteraan di alam dunia hingga di alam akhirat

https://khutbahjumatnu.blogspot.co.id/2016/05/contoh-kalimat-wasiat-taqwa-khutbah.html
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Doa Pembukaan Khutbah

Tags

KHUTBAH

Pembukaan Khutbah



Hampir kebanyakan muslim tidak bersedia untuk ngomong di depan forum. entah forum apapun itu. Berikut ini ane tampilkan Contoh-contoh Pembukaan Ceramah, Khutbah, Kultum, Rapat, Pengajian, dsb. Semoga bermanfaat:


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

1. " Sungguh segala puji hanya milik Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorangpun dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. …. Amma ba’d "


الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ:

2. " Segala puji hanya milik Allah Rabb alam semesta, kepada Allah kita memohon pertolongan atas segala urusan dunia dan agama, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas sebaik-baik Rasul yaitu Nabi Muhammad SAW, dan atas semua keluarganya, para shahabatnya, para tabi`in, dan semua yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan. Wa ba’d"

11 Sebab Mendapat Keberkahan Rezeki



11 Sebab Mendapat Keberkahan Rezeki



الحَمْدُ للهِ الذِي تكفَّلَ بأرزاقِ جميعِ الكائناتِ، وفتحَ لكسبِ الرزقِ أبوابًا ، وجعلَ لحلولِ البركةِ فيهِ أسبابًا ، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ القائلُ :]وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا [ (هود : 6) وأشْهَدُ أَنَّ سيدَنَا مُحَمَّدًا عبدُ اللهِ ورسولُهُ القائلُ:«أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ ، فَإِنَّ نَفْساً لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا ، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ»( ) اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سيدِنَا محمدٍ وعلَى آلِهِ وأصحابِهِ والتابعينَ وتابعِيهِمْ بإحسانٍ إلَى يومِ الدينِ .
أمَّا بعدُ : فأوصيكُمْ عبادَ اللهِ ونفسِي بتقوَى اللهِ عزَّ وجلَّ فِي السرِّ والعلنِ ، فإنَّهَا وصيةُ اللهِ للأولينَ والآخرينَ ، قالَ تعالَى :]وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاًّ * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ[ الطلاق :2 - 3

Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, maupun dalam harta benda dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan keberkahan itu? Dan bagaimana untuk memperolehnya?

Teladan Rasulullah Menyikapi Fitnah dan Ujian Dalam Dakwah dan Jihad

Teladan Rasulullah Menyikapi Fitnah dan Ujian Dalam Dakwah dan Jihad

(Ibrah dari Kisah Haditsul Ifk)

 

Bismillahirohmanirrohim…
Perjalanan Dakwah dan Jihad adalah perjalanan hidup orang-orang mulia dan terpuji sepanjang sejarah. Itulah perjalanan para Nabi, Rasul Allah dan orang-orang Shalih. Satu perjalanan yang tidak menawarkan arama harum dari minyak kasturi, kilauan intan- mutiara dan emas berlian yang bercahaya, sebaliknya dipenuhi onak dan duri, batu dan kerikil, tanah pejal mendaki dan berkelok.