Khutbah Jum'at : Meminta Pada Allah Pertolongan Iman Syukur dan Ibadah yang Baik

Oleh : Ustadz Ir. Badri Muhammad
dari IKADI Kab. Bogor

Sebuah inspirasi dari salah seorang sahabat Rasulullah  yang banyak menghapal Alqur’an dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW bernama Mu’adz bin Jabal, Beliau memiliki kepribadian yang agung dan mulia, memiliki keberanian dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya adalah saat beliau diamanatkan sebagai Khotib petinggi di negeri Yaman.

Sebelum berangkat Rasulullah SAW berwasiat dalam sabdanya  pada Mu’adz bin Jabar :
“Dengarkan aku ya Muadz, hendaklah engkau tidak tinggalkan setiap bada shalat fardhu mengungkapkan doa yang disampaikan kepada Allah SWT : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa iman kepada-Mu, Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmatmu, Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa membaguskan ibadahku kepada-Mu)

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Rasulullah SAW menyadari sebagai seorang calon pemimpin, Muadz pasti akan menanggung beban yang sangat berat sehingga dia harus di back up dan diberi dorongan, dukungan dan pertolongan. Dan tidak ada pertolongan yang sempurna kecuali pertolongan Allah SWT.

Seperti kita setiap hari mengumandangkan dalam shalat kita “iyya kana’ budu wa iyya kanas taiin” oleh karenanya  kita tingkatkan ibroh dan dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW agar senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Doa yang dipanjatkan yang diajarkan oleh nabi mengandung makna yang sangat dalam  ada tausiyah yang diberikan dalam doa tersebut :

1. Wasilah, dengan satu sarana meminta pertolongan kepada Allah
Dengan cara melihat Allah SWT, dengan cara Dzikrullah karena inilah yang akan menyebabkan diri kita akan lebih termotivasi dalam menjalankan kehidupan ini dan juga menghadapi tantangan dalam kehidupan ini. Seorang yang berkualitas dalam dzikirnya tidak cukup dengan hanya dzikir kepada Allah akan tetapi hatinya juga bertaut dengan nilai-nilai dzikir tersebut

Diungkapkan dalam surah Al-Anfal (8) ayat 2 :


إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (QS. Al-Anfaal/8:2)

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Diharapkan kepada diri kita saat kita ingat kepada Allah SWT dengan berdzikir kepadanya  maka munculah getaran-getaran jiwa yang akan menimbulkan rasa takut yang sangat akan siksa Allah SWT dan pada saat yang bersamaan akan muncul rasa haru untuk masuk ke dalam surganya Allah…Amin Ya Rabbal Alamin…..Oleh karenanya orang yang beriman ketika ingat kepada Allah SWT akan semakin meningkat pula ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Contoh yang paling konkrit di masa Rasulullah SAW adalah pada saat Rasulullah SAW akan melaksanakan perang  jihad akbar, yang bernama perang Badar. Beliau pada malam harinya mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT kemudian dikabulkan oleh Allah SWT dalam bentuk pertolongannya  : ittatabiu arrottum dst…“Ketika engkau memohon pertolongan kepadaku dengan mengangkat tanganmu  maka aku mengijabah semua  permintaanmu dengan mengirim beribu-ribu bala bantuan malaikat”

Oleh karenanya setiap kesempatan marilah sama-sama kita gunakan untuk memohon pertolongan kepada Allah dengan taqwa pertama kita tersebut yaitu dzikrullah...

2. Bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada atas nikmat-nikmatnya.

Allah SWT telah memberikan kehidupan, badan, uang, mimpi dan lain sebagainya. Tanggung jawab dan beban kita adalah bagaimana kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT di QS. Ibrahim/14 ayat  7 :


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ


"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim/7:2)

Mari kita bersama-sama kita upayakan diri kita untuk pandai dalam mensyukuri nikmat kepada Allah agar kita mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan kita.

Alim ulama mengajarkan kepada kita syukur yang hakiki adalah :
1.   Syukur dengan hati yaitu mengakui semua pemberian Allah SWT, bukan karena karena kerja keras atau kepintaran kita
2.   Syukur dengan lisan yaitu dengan mengungkapkan perasaan ucapan terima kasih kepada Allah SWT minimal dengan mengucapan Allamdulillahirobbilalamin atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita semua.
3.   Syukur dengan beramal sholeh dalam kehidupan kita sehari-hari.

3.   Khusnul Ibadah, dimana ciri-ciri orang yang khusnul ibadah adalah peribadahannya hanya ditunjukkan kepada Allah SWT dengan niat yang ikhlas, dengan senantiasa mengikuti apa yang pernah di contohkan oleh Rasulallah SAW

Mudah-mudahan Allah memberikan kemenangan pada diri kita, memberikan pertolongannya kepada kita, memberikan kesuksesan dalam perjalanan kehidupan ini sehingga bahagia kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Wallahu A'lam Bishshawab.





IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim


EmoticonEmoticon