Khutbah : Takwa dan Keutamaan Takwa


TAKWA DAN KEUTAMAAN TAKWA

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمْرُهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertakwa kepada-Nya dan menjanjikan berbagai keutamaan bagi siapa saja yang menjalankannya. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadahi dengan benar selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta seluruh kaum muslimin yang senantiasa mengikuti petunjuknya.

Hadirin rahimakumullah,
Sudah sering kita mendengar kala Ramadhan tiba para dai atau ustadz mengingatkan umat Islam bahwa puasa wajib dilakukan dengan tujuan agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. Pesan itu diulang-ulang dari satu ceramah ke ceramah, bahkan sejak sebelum Ramadhan tiba. Rujukkannya jelas, yakni Surat Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Yang menjadi pertanyaan, apa makna takwa? Para ulama secara umum memaknainya dengan arti “melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya”. Seringkali publik menerima pengertian tersebut cukup sampai di situ. Jarang sekali umat Islam berusaha mencari keterangan rinci soal definisi ini, menghayatinya, lalu mengamalkan.

Makna takwa pun beredar sedemikian rupa dan menjadi pemahaman yang ala kadarnya. Ketika disebut “orang yang ketakwaannya meningkat” maka yang tergambar adalah orang-orang yang semakin taat melaksanakan shalat, kian rajin membaca Al-Qur’an, tambah gemar puasa sunnah, banyak berdzikir, dan sejenisnya; serta otomatis semakin jauh dari perbuatan judi, minuman-minuman 
keras, zina, bohong, dan aktivitas maksiat lainnya.

Hadirin rahimakumullah,
Pengertian yang umum dipahami publik tersebut tidak keliru, namun bukan pula berarti sempurna. Pengertian itu masih didominasi oleh kecenderungan peningkatan ibadah ritual semata. Segi maksiat pun seolah-olah diidentikkan dengan perbuatan lahiriah saja. Padahal, dalam diri manusia ada dua hal yang mesti diperhatikan, yakni dimensi dhahir dan dimensi bathin.

Hadirin rahimakumullah,
Dalam surat Al Baqarah terdapat ciri lain bagi orang bertakwa
ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ
وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ
[yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka, [Q.S. al-Baqarah: 3].
dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu  serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat . (Q.S. al-Baqarah: 4).
1. Beriman kepada yang Ghaib, Mendirikan shalat, dan berinfaq
2. Beriman kepada kitab-kitab Allah dan meyakini adanya akhirat.

Disurat lain dalam surat Ali Imran Ayat 133-136, Allah juga menerangkan tentang sifat orang-orang yang bertakwa, segera bertobat, menyesali dosa dan bahwa balasan untuknya adalah diampuni dosa dan masuk surga

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (١٣٥)أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (١٣٦
133. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
Menurut ayat di atas, setidak-tidaknya ada empat indikator yang menandai ketakwaan seseorang.
Pertama, orang-orang yang senantiasa menginfaqkan hartanya disaat lapang maupun sempit. Mereka ini disebut mempunyai kecerdasan finansial.
Kedua, orang-orang yang bisa mengendalikan amarahnya. Mereka disebut memiliki kecerdasan emosional.
Ketiga, mudah memaafkan, atau memiliki kecerdasan sosial.
Keempat, apabila berbuat kerusakan, mereka segera mengingat Allah, lalu meminta ampun atas kesalahan dan dosanya. Mereka memiliki kecerdasan spiritual.
Orang yang baik, dalam pandangan Islam bukanlah orang yang tidak pernah berbuat kesalahan. Orang yang bertakwa bukanlah orang yang sama sekali bebas dari perbuatan dosa. Orang yang bertakwa adalah mereka yang apabila melakukan kesalahan, perbuatan yang kurang baik, dan melanggar ketentuan segera mengingat Allah lalu meminta ampun dan bertobat. Mereka segera kembali ke jalan yang benar dan lurus ketika terperosok. Mereka tidak terlalu lama berada dalam kesesatan.

Hadirin rahimakumullah,

Dan masih banyak ayat-ayat lain tetang ciri orang berpuasa.

Ciri-ciri yang diungkap ayat diatas memberi kita pelajaran takwa adalan urusan iman, amal ibadah. Bukan semata berurusan dengan amalan ibadah fisik tapi juga ibadah batin/hati.

Karena itu kiranya kita penting merujuk pada definisi takwa sebagaimana dijelaskan Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’. Beliau mengatakan bahwa takwa adalah:

عِبَارَةٌ عَنِ امْتِثَالِ أَوَامِرِ اللهِ، وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ ظَاهِرًا وبَاطِنًا، مَعَ اسْتِشْعَارِ التَّعْظِيْمِ لِلهِ، الهَيْبَة وَالخَشْيَة وَالرَّهْبَة مِنَ الله

“(Takwa adalah) istilah yang mengacu pada dilaksanakannya perintah-perintah Allah dan dijauhinya larangan-larangan-Nya secara dhahir maupun bathin, bersamaan dengan ikhtiar merasakan keagungan Allah, juga takut kepada-Nya.”

Muttaqin adalah orang yang sensitif akan kebutuhan orang lain, berjiwa lembut, dan murah hati. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menggapai takwa jenis ini dalam menjalani ibadah Ramadhan kali ini.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Hadirin rahimakumullah,  
Marilah kita senantiasa mewujudkan takwa di dalam kehidupan kita dan marilah kita senantiasa mengingat, bahwa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sumber segala kebaikan dan kunci untuk memperoleh kebahagiaan, serta bekal yang sangat berguna untuk kehidupan dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَابِ

“Maka berbekallah kalian dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197)

Banyak keutamaan takwa pada Allah akan tetapi pada intinya dengan takwa, Allah akan mencintai kita, mengampuni dosa kita dan menyelamatkan kita dari masalah dunia dan masalah akhirat sehingga kita bisa menggapai surganya
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 4)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن تَتَّقُوا اللهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيِغْفِرْ لَكُمْ وَاللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepada kalian furqan dan Allah akan menghilangkan diri-diri kalian dari kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا {2} وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُوَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”” (Ath-Thalaq: 2-3)
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa di sisi Rabb mereka (disediakan) surga yang penuh dengan kenikmatan.” (Al-Qalam: 34)

Semoga Allah mengaruniai kita sifat takwa pada Allah, sehingga nanti kita mendapatkan kegembiraan bertemu wajah Allah SWT

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ






IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Penelusuran yang terkait dengan takwa

pengertian takwa dan ciri-cirinya

takwa kepada allah

meningkatkan iman dan takwa kepada allah

ruang lingkup takwa

ciri ciri orang taqwa

pengertian taqwa dan contohnya

apakah kata takwa tepat diartikan dengan takut jelaskan

makna taqwa
Penelusuran yang terkait dengan ramadhan

artikel bulan ramadhan

bulan ramadhan 2017

pengertian bulan ramadhan

puasa ramadhan dan hikmahnya
Penelusuran yang terkait dengan khutbah

khutbah jumat singkat

khutbah jumat pilihan

khutbah jumat lengkap dengan doa

khutbah jumat singkat padat

khutbah jumat 2017

khutbah jumat pdf

khutbah jumat terbaru 2016

khutbah jumat bahasa jawa
Penelusuran yang terkait dengan menghadapi akhir ramadhan

khutbah jumat akhir ramadhan

keutamaan 10 hari terakhir ramadhan

10 hari terakhir ramadhan disebut

khutbah jumat singkat tentang zakat fitrah

keistimewaan 10 hari pertama bulan ramadhan

10 malam pertama ramadhan

kumpulan khutbah jumat bulan ramadhan

khutbah jumat pendek tentang puasa


EmoticonEmoticon