Berprasangka Baik Kepada Alloh Ta’alaa (02)




:book: Berprasangka Baik Kepada Alloh Ta’alaa (02)



Saudaraku yang kami cintai karena Alloh Ta’alaa dan semoga Alloh Ta’alaa pun mencintai kalian..



Sungguh, tatkala seorang hamba senantiasa berprasangka baik kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka dia telah mendapatkan kebaikan yang sangat besar. Di antara kondisi yang hendaknya kita berprasangka baik kepada Alloh Ta’alaa, ialah tatkala kita bertaubat setelah melakukan perbuatan dosa. Maka hendaknya kita segera bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan berbaik sangka kepada Allāh bahwasanya Allāh akan menerima taubat kita.



Allāh Subhānahu wa Ta'ālā:

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menerima shadaqah dan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dialah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang." (QS At Taubah: 104).

Ingatlah pula hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:


أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا، فَقَالَ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَذْنَبَ عَبْدِيْ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ . ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ ، فَقَالَ: أيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: عَبْدِيْ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ . ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ ، فَقَالَ: أيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَذْنَبَ عَبْدِيْ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ ، اِعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ.

"Seorang hamba melakukan dosa kemudian dia berkata, 'Ya Allah, ampunilah dosaku." Maka Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman, "Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa dan ia mengetahui bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa karena dosa.' Kemudian hamba ini melakukan dosa lagi dan ia berdoa, 'Ya Allah, ampunilah dosaku.' Maka Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman, "Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa dan ia mengetahui bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa karena dosa.' Kemudian hamba ini melakukan dosa lagi dan ia berdoa, 'Ya Allah, ampunilah dosaku.' Maka Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman, "Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa dan ia mengetahui bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa karena dosa. "Berbuatlah sekehendakmu, karena aku pasti mengampunimu (jika kamu bertaubat)." (HR Bukhâri: 7507 dan Muslim: 2758).

Kata para ulama: "Selama seorang berdosa, kemudian bertaubat, kemudian berdosa, kemudian bertaubat dan memenuhi persyaratan taubat, maka selama itu pula Allāh akan senantiasa mengampuni dosa-dosanya."

Oleh karenanya, seorang tatkala terjerumus dalam kemaksiatan, jangan dia menunda-nunda taubatnya. Yakinlah bahwasanya Allāh maha menerima taubatnya. Seketika dia bertaubat, seketika itu pula Allāh akan mengampuni dosa-dosanya.

Ingatlah pula sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

لله أرحم بعباده من هذه بولدها

"Sesungguhnya Allah Subhānahu wa Ta'āla lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sendiri." (HR Bukhari dan Muslim).

Dan perlu diingat bahwa nash-nash ini bukanlah dalil untuk kita bersengaja, bermudah-mudah, atau bahkan meremehkan bermaksiat.

Kita selalu memohon kepada Alloh Ta’alaa agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat.


                       اللهم اجعلنا من التوابين ومن المتطهرين



''Ya Alloh, jadikanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat dan (berusaha) menyucikan diri’’.




EmoticonEmoticon