Iman, Istiqomah dan Keutamaan Istiqomah



Iman, Istiqomah dan Keutamaan Istiqomah


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.


A. Iman dan Istiqomah

Saudaraku yang dicintai Allah,
Banyak kita yang mengaku beriman kepada Allah SWT, akan tetapi keimanan kepada Allah menuntut sikap istiqomah. Keyakinan hati, kebenaran lisan dan kesungguhan dalam amal adalah unsur-unsur keimanan yang mesti dijalankan dengan istiqomah. Istiqomah yang berarti keteguhan dalam memegang prinsip, merupakan bukti jelas kekuatan iman seseorang. Istiqomah juga berarti menempuh jalan agama yang lurus dan benar dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk  ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya.


Dari Abu 'Amr atau Abu 'Amrah Sufyan bin Abdillah, beliau berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ - وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ - قَالَ « قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ ».

"Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu . Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,  " Katakanlah: "Aku beriman kepada Allah", kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu ."[HR. Muslim ]

Sebagaimana telah diketahui bahwa Islam adalah tauhid dan taat. Tauhid terkandung dalam kata “Amantu billâh (aku beriman kepada Allah Azza wa Jalla)” dan taat terkandung dalam kata “Istiqâmah” karena arti istiqâmah adalah mengerjakan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang, termasuk yang berkait dengan amalan hati dan badan yaitu iman, Islam, dan ihsan.

B. Istiqomah adalah Perkara Berat

Saudaraku yang dicintai Allah,
Istiqomah adalah hal yang sangat berat bagi muslim. Ketika surat Hûd Surat ke 11: 112 yang berbunyi:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersama kamu. Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan
Menurut Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ayat di ataslah yang menurut Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sangat berat untuk dilaksanakan. Kenapa berat karena ada anjuran untuk tetap di jalan yang benar atau istiqomah. Sebagaimana hadits berikut ini:

Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata:

مَا نُزِّلَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ- آيَةً هِيَ أَشَدُّ وَلَا أَشَقُّ مِنْ هذِهِ الآيَةِ عَلَيْهِ، وَلِذلِكَ قَالَ لِأَصْحَابِه حِيْنَ قَالُوْا لَه: لَقَدْ أَسْرَعَ إِلَيْكَ الشَّيْبُ! فَقَالَ : شَيَّبَتْنِيْ هُوْدٌ وَأَخْوَاتُهَا

Tidaklah ada satu ayat pun yang diturunkan kepada Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam yang lebih berat dan lebih susah daripada ayat ini. Oleh karena itu, ketika beliau ditanya, ‘Betapa cepat engkau beruban’, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Sahabatnya, ‘Yang telah membuatku beruban adalah surat Hûd dan surat-surat semisalnya

C. Penutup Kekurangan Istiqomah

Saudaraku yang dicintai Allah,
Apakah kita sebagai manusia biasa selalu bisa diatas imannya, selalu baik amalnya, tentu tidak, pasti kita mempunyai kekurangan dalam istiqomah. Ketika kita ingin berjalan di jalan yang lurus dan memenuhi tuntutan istiqomah, terkadang kita tergelincir dan tidak bisa istiqomah secara baik. Lantas apa yang bisa menutupi kekurangan ini? Jawabannya adalah memperbanyak istigfar sebagaimana pada firman Allah Ta'ala,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

"Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa,  maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada- Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya ." (QS. Fushilat: 6).

E. Keutamaan Istiqomah

Saudaraku yang dicintai Allah,
Istiqomah adalah yang berat, pantas jika Allah menjanjikan keutamaan yang besar untuk orang-orang yang istiqomah dalam imannya. Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah Ta'ala,


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلاتَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah"  kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka , maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"." (QS. Fushilat: 30)

1. Malaikat Turun Kepadanya  تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ
 Bagi orang yang istiqomah maka malaikat akan turun kepadanya dua kali. Pertama, ketika hendak menghembuskan nafas terakhir Kedua, ketika bangkit dari kubur menuju akhirat. Malaikat itu berkata, kami akan temani kamu, higga berakhir ke surga, seperti yang telah dijanjikan Allah.

2. Tidak Takut dan Sedih أَلاتَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا
Itulah yang akan dirasakan oleh orang-orang yang istiqomah ketika mereka meninggalkan alam fana ini. Para ulama juga menjelaskan, bahwa maksud tidak takut adalah mereka tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi setelah hari kematian mereka.  Adapun maksud mereka tidak bersedih adalah mereka tidak bersedih dengan apa yang mereka tinggalkan selama di dunia. Perasaan ini akan dialami oleh semua orang yang istiqomah. Termasuk orang-orang yang ketika di dunia sangat bahagia, berharta dan berkedudukan tinggi. Karena kebahagiaan yang akan mereka terima di akhirat, jauh lebih baik dari apa yang selama ini mereka rasakan di dunia.

3. Janji Surga.

 وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

3. Allah menjadi Pelindungnya
Dalam ayat selanjutnya allah berfirman :
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, yakni menjadi pendamping-pendamping kalian di dalam kehidupan dunia, kami menunjukkan, mengarahkan, dan melindungi kalian dengan perintah Allâh. Begitu juga kami akan bersama kalian di akhirat, menemani kesendirian kalian di alam kubur, ketika ditiupnya sangkakala, dan mengamankan kalian pada hari kebangkitan dan berkumpulnya manusia, serta membawa kalian melintasi ash-shirâth al-mustaqîm, dan menyampaikan kalian ke surga yang penuh nikmat.

Semoga Allah memberi kita hati lisan dan amal yang istiqomah di jalan Allah.

"Allahumma anta robbuna, farzuqnal istiqomah


(Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami. Berikanlah  keistiqomahan pada kami)."

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.”


 Wallahu a’lam bisshowab.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ




makna istiqomahhadits tentang istiqomahayat alquran tentang istiqomahdalil tentang istiqomahpengertian istiqomah dan contohnyamanfaat istiqomahcontoh istiqomahhadits istiqomah lebih baik dari 1000 karomah
man islamiman adalah dasar dari segala sesuatudefinisi iman77 cabang imanrukun iman adalahiman kepada allahiman model
Penelusuran yang terkait dengan Istiqomahistiqomah cinta?pengertian istiqomah dan contohnyaistiqomah di jalan allahistiqomah haticontoh istiqomahdalil istiqomahapa yang dimaksud istiqomaharti istiqomah dan tawadhu
eutamaan istiqomah dalam beribadahkeutamaan amalan istiqomahfaidah istiqomahapa sajakah keutamaan istiqomahayat alquran tentang istiqomahhadits tentang istiqomahhadits tentang istiqomah dalam beramalpengertian istiqomah


EmoticonEmoticon